Saturday, November 19, 2005

PENGANTAR

PARA PEMBACA YANG BUDIMAN,

Terima kasih atas kunjungan anda. debat dan diskusi yang: rasional, dewasa, jauh dari emosional dan menang2an, akan sangat mencerdaskan kita semua. Bila anda ingin menuliskan tanggapan, silahkan menulis email ke kbdyn@yahoo.com. Kami juga menghimbau anda yang cerdas dan bijaksana mau menulis di internet untuk sumbang saran bagi kemajuan bangsa indonesia yang terus menerus mengalami krisis. Budaya tepo sliro/KKN telah menghambat kedalaman pemberitaan disurat kabar, hal ini tidak terjadi dengan internet. Berita di tv, radio dan koran sekedar bagaikan gunung es yang mengapung, tak pernah mengupas secara: tuntas, investigatip, dan dalam analisisnya. Dominasi regim ORBA beserta bablasannya terhadap mass media dan ketakutan akan kekerasan juga berpengaruh. Sebagai contoh: Sydney Jones diusir (karena keterbukaan dan kedalaman analisisnya), Munir dihabisin, Jeffry Winters pernah dikerjain di Yogya (dipukuli preman), dan Tempo dikerjain oleh Tommy Winata. Budaya jurnalism di Indonesia sangat menguntungkan bagi para pelaku kejahatan besar, mereka nyaris tak pernah terungkap (kasus Pertamina, kasus rekening polisi, dst.)! Beda dengan di negara maju: good news is bad news; jadi setiap peristiwa yang buruk pasti di investigasi sampai detail; sang pelaku bisa habis riwayat kariernya, atau bahkan bunuh diri saking malu (misal di Jepang: harakiri)! Internet, yang bebas dan sulit dikontrol, adalah senjata yang sangat ampuh bagi pencerdasan bangsa, dan sangat ditakuti oleh oknum pejabat bahkan pemerintah (yang ditaktor). Perlu diketahui, regim Soeharto/militer juga dijatuhkan oleh USA dengan salah satu cara melalui internet (Apakabar net asuhan John McDougall). Isi web site ini merupakan sumbangan pemikiran masyarakat cerdik-pandai-bijak dari mana saja, terutama dari kota gudeg, Yogyakarta. Terima kasih, mohon situs: http://diskusikebudayaan3.blogspot.com/ dan http://analisakebudayaan.blogspot.com/ dipopulerkan. Akhir kata, selamat membaca dan menanggapi.

Hormat kami,
Para pengasuh - manusia Yogyawan
Biasa berdiskusi berat sambil lesehan di Malioboro…

////////////

ALASAN MENGAPA WEB BLOG INI DIBUAT

Mengapa web blog ni dibuat?
Karena para pengasuhnya, (yang rata-rata berpendidikan tinggi: minimal S1, beberapa S2 dan S3, dan sudah berusia diatas 45 tahun, serta ada yang sudah pensiun), merasa sedih, prihatin, dan kecewa atas:
- perilaku sementara agamawan yang membelenggu, membatasi dan memenjarakan Tuhan Yang Maka Kuasa dan Maha Tak Terbatas menjadi hanya sebatas buku kitab suci agama masing2 yang mengandung bias dan justru sangat terbatas. Cara pandang ini harus dianggap kesalahan terbesar bahkan dosa terbesar kaum agamawan terhadap Tuhan.
- perilaku sementara agamawan dan umat beragama yang penuh hipokrisi dan munafik.
- mengajak bangsa Indonesia untuk tetap mencintai Tuhan dan memandang bahwa Tuhan YME itu: bijaksana, demokratis, tidak SARA, tidak beragama, dan tidak akan pernah selesai untuk dipelajari, serta tidak mungkin hanya dapat dijelaskan dengan beberapa nabi lama (yang hidup ribuan tahun yang lalu) saja,
- mengajak para pemimpin agama untuk berani mengajarkan kepada umatnya akan keterbatasan kitab suci dan kemungkinan penyalah gunaan agama untuk hal-hal yang negatip, terutama politik.
- mudahnya bangsa Indonesia dipermainkan dan dipermalukan oleh bangsa lain dan bangsa sendiri (terutama oknum pejabat pusat di Jakarta).
- mengingat berbagai krisis, terutama krisis kebudayaan, yang sedang dialami bangsa Indonesia.
- memberikan alternatip mass media (internet) yang bebas-merdeka yang dapat dipakai untuk meningkatkan EQ bangsa, serta membebaskan masyarakat dari kungkungan informasi yang masih didominasi oleh regim ORBA dan bablasannya yang kandungan informasinya sering bersifat membodohi, tidak dalam, tidak ivestigatip, dan justru memanipulasi dan menina bobokan bangsa.
- diskusi dan debat yang berbobot, dewasa dan rasional, tanpa disertai sumpah serapah dan ancaman phisik, adalah sangat bermanfaat bagi EQ manusia.
- diskusi dan debat lintas SARA adalah wajib dilaksanakan untuk menghilangkan kedangkalan dan salah paham; diskusi dan debat yang hanya satu kelompok/golongan/agama seringkali hanya akan menambah kecurigaan atau membuat stigmatisasi atas kelompok yang lain.

Demikian penjelasan kami atas berbagai email yang masuk, terima kasih atas perhatian dan kerjasama anda. Mohon tanggapan anda.